Proyek Batu Alam

Pemetaan dengan memanfaatkan hasil penginderaan jauh menggunakan citra satelit biasanya diaplikasikan pada pemetaan skala kecil dengan cakupan wilayah yang sangat luas. Karena citra satelit diambil dari jarak yang cukup jauh (ketinggian satelit sekitar 500 - 600 Km) maka ketelitian yang didapat relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan pemetaan dengan metode pengukuran lapangan dan foto udara. Namun demikian, teknologi penginderaan jauh saat ini sudah sangat maju sehingga resolusi spasial yang didapat pun sudah sangat baik yakni sekitar 25 Cm.

Kelebihan dari pemetaan menggunakan citra satelit ialah kemudahan dan kecepatan untuk memetakan wilayah yang sangat luas, selain itu citra satelit juga dilengkapi dengan kamera multispektral yang sensitif terhadap material tertentu di permukaan bumi, dengan memanfaatkan algoritma tertentu citra ini dapat diaplikasikan sebagai bahan analisa yang cukup akurat, misalnya untuk melihat tingkat kesuburan / kesehatan tanaman kelapa sawit dan lain sebagainya. Citra satelit juga kerap digunakan sebagai peta dasar untuk perencanaan tata ruang, perencanaan rute jalan, pemantauan kebakaran hutan dan lain sebagainya.